Jumat, 08 Oktober 2010

FITOPLANKTON

Fitoplankton adalah komponen autotrof dari komunitas plankton. Nama fitoplankton berasal dari bahasa Yunani φυτόν kata (phyton), yang berarti " tanaman ", dan πλαγκτός (planktos), yang berarti" pengembara ". Sebagian besar fitoplankton terlalu kecil untuk dilihat secara individual dengan mata telanjang. Namun, ketika fitoplankton terkumpul dalam jumlah yang cukup tinggi, mereka dapat muncul sebagai makhluk yang berwarna hijau karena klorofil dalam sel fitoplankton (walaupun sebenarnya warna fitoplankton dapat bervariasi tergantung jenis fitoplankton dengan berbagai tingkat klorofil atau pigmen aksesorinya seperti phycobiliproteins , xanthophylls , dll).

Ekologi
Fitoplankton memperoleh energi melalui proses fotosintesis dan oleh karena itu harus hidup di permukaan lapisan air (disebut sebagai zona euphotic) dari laut, laut, danau, atau badan air lainnya. Fitoplankton mencakup setengah aktivitas fotosintesis di Bumi. Jadi, fitoplankton memiliki andil yang cukup banyak dalam produksi oksigen yang ada di Atmosfer Bumi atau setengah dari total jumlah oksigen yang dihasilkan oleh semua tanaman. Energi kumulatif fitoplankton dalam fiksasi senyawa karbon (produksi primer) merupakan hal yang sangat mendasar bagi sebagian besar samudera dan juga banyak jaring makanan air tawar ( chemosynthesis merupakan suatu pengecualian). Sejak abad ke-20, fitoplankton telah mengalami penurunan jumlah sekitar 1% per tahun, hal ini mungklin terkait dengan pemanasan suhu samudera - sebagai contoh pada tahun 2010 ini berarti penurunan jumlah fitoplankton sebesar 40% dibandingkan dengan tahun 1950. Sebagai catatan, salah satu rantai makanan yang luar biasa di laut, fitoplankton krill (sejenis udang) merupakan pakan dari paus.
Hidup Fitoplankton tergantung pada mineral. Mineral-mineral tersebut terutama adalah macronutrient seperti nitrat, fosfat atau asam silisik, dimana ketersediaan mineral-mineral tersebut diatur oleh keseimbangan antara pompa biologis dan upwelling, sebuah perairan yang kaya gizi bagi fitoplankton. Namun, di daerah lautan yang luas seperti Samudra Selatan, fitoplankton juga dibatasi oleh kurangnya mikronutrien zat besi. Hal ini telah menyebabkan sejumlah ilmuwan menganjurkan pemupukan besi sebagai alat untuk melawan akumulasi karbon dioksida yang dihasilkan manusia (CO2) di atmosfer. Dalam eksperimen skala besar tersebut, para ilmuwan telah menambahkan besi (biasanya dalam bentuk garam seperti besi sulfat) ke dalam lautan untuk memicu pertumbuhan fitoplankton dan menarik CO2 dari atmosfer ke laut. Namun, kontroversi tentang memanipulasi ekosistem dan efisiensi pemupukan besi tersebut telah memperlambat percobaan.
Ketika hampir semua spesies fitoplankton adalah photoautotrophs, tetapi ada beberapa fitoplankton yang berjenis mixotrophi, yaitu spesies plankton tak berpigmen yang sebenarnya heterotrofik (sering dilihat sebagai zooplankton ). Spesies yang paling dikenal adalah dinoflagellata genera seperti Noctiluca dan Dinophysis, mereka memperoleh karbon organik dari hasil menelan organisme lain atau material detrital.
Istilah fitoplankton mencakup semua mikroorganisme photoautotrophic di jaring makanan perairan. Fitoplankton merupakan dasar dari jaring makanan perairan, fitoplankton menyediakan fungsi ekologis yang sangat penting bagi semua kehidupan air. Namun, tidak seperti komunitas terestrial, di mana kebanyakan tanaman autotrophs, fitoplankton adalah kelompok yang beragam, dilengkapi protistan eukariota, eubacterial, dan archaebacterial prokariota. Ada sekitar 5.000 spesies fitoplankton laut. Ada ketidakpastian dalam menentukan seberapa banyak keanekaragaman tersebut telah berkembang di lingkungan laut, di mana kompetisi hanya akan mempertahankan beberapa sumber daya potensial yang terbatas untuk diferensiasi niche.
Dari segi angka, kelompok fitoplankton yang paling penting adalah diatom, cyanobacteria, dan dinoflagellates, meskipun banyak kelompok lain alga yang telah terwakili. Dalam satu kelompok, sebagian Coccolithophorids, bertanggung jawab untuk membebaskan sejumlah besar dimetil sulfida (DMS) ke dalam atmosfer. DMS diubah menjadi sulfat dan molekul-molekul sulfat ini bertindak sebagai inti awan kondensasi, meningkatkan cakupan umum awan. Dalam daerah laut oligotrophic seperti Laut Sargasso atau Gyre Pasifik Selatan, fitoplankton didominasi oleh sel-sel berukuran kecil, yang disebut picoplankton, sebagian besar terdiri dari cyanobacteria (Prochlorococcus, Synechococcus ) dan picoeucaryotes seperti Micromonas.
Budidaya
Fitoplankton adalah makanan utama dalam akuakultur dan mariculture. Kedua hal tersebut memanfaatkan fitoplankton sebagai pakan hewan-hewan yang dibudidayakan. Dalam marikultur, fitoplankton diperkenalkan ke dalam media budidaya dengan sirkulasi normal air laut secara alami. Dalam akuakultur, fitoplankton harus diperkenalkan secara langsung. Plankton yang baik dapat diperoleh dari badan air atau budidaya, meskipun dengan metode sebelumnya juga sering digunakan. Fitoplankton digunakan sebagai pakan untuk produksi rotifera, di mana rotifera ini juga akan digunakan untuk pakan organisme lain. Fitoplankton juga digunakan untuk memberi makan banyak jenis aquacultur lain seperti moluska, termasuk mutiara tiram dan kima raksasa.
Produksi fitoplankton dalam pengertian sebenarnya adalah bentuk budidaya. Fitoplankton dibudidayakan untuk berbagai tujuan, termasuk sebagai pakan untuk organisme akuakultur lainnya dan suplemen gizi untuk invertebrata dalam akuarium. Ukuran tempat budidaya berkisar dari skala laboratorium budidaya kecil yang menghasilkan fitoplankton kurang dari 1 liter hingga budidaya yang menghasilkan fitoplankton sebanyak puluhan ribu liter untuk budidaya komersial. Seberapa pun besarnya ukuran tempat budidaya, kondisi tertentu yang cocok untuk perkembangan fitoplankton harus disediakan agar pertumbuhan plankton berlangsung secara efisien. Sebagian besar plankton budidaya berasal laut, dan air laut dengan berat jenis dari 1,010-1,026 dapat digunakan sebagai media budidaya. Air ini harus disterilkan terlebih dahulu, biasanya memanaskan air dengan suhu tinggi dalam autoclave atau dengan memaparkan air terhadap radiasi ultraviolet, hal ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi biologis terhadap budidaya. Berbagai macam pupuk harus ditambahkan ke dalam media budidaya untuk memfasilitasi pertumbuhan plankton. Sebuah media budidaya harus diaerasi dengan beberapa cara untuk menjaga suspensi plankton, serta untuk memberikan karbon dioksida terlarut untuk fotosintesis. Agar proses aerasi konstan, sebagian besar budidaya diaduk secara teratur secara manual. Cahaya harus disediakan untuk pertumbuhan fitoplankton. Suhu pencahayaan harus sekitar 6.500 K, tetapi nilai 4.000 K hingga di atas 20.000 K telah digunakan dengan sukses. Lama penyinaran harus sekitar 16 jam sehari, hal ini adalah panjang hari buatan yang paling efisien.
Lingkar Kehidupan Fitoplankton
Fitoplankton adalah makhluk hidup terkecil di laut yang membentuk dasar rantai makanan di laut. Ikan-ikan terkecil dan beberapa paus terbesar memakan fitoplankton. Sebagian besar makhluk hidup di laut (hampir 90 persen) terdiri dari fitoplankton, seperti alga kecil dan organisme lain yang hidup di lapisan permukaan laut dan memanfaatkan sinar matahari sebagai makanan dan faktor pemicu pertumbuhan.
Makanan Fitoplankton
Seperti semua tumbuhan hijau, fitoplankton menghasilkan makanan melalui fotosintesis, suatu proses yang menggunakan energi matahari yang dapat digunakan untuk membuat gula. Fotosintesis, selain untuk membuat gula, tetapi juga dapat menghilangkan karbon dioksida dari udara dan menggantinya dengan oksigen. Fitoplankton juga mengambil nutrisi dari air, dan berkembang di daerah di mana kaya akan arus nutrisi yang membawa mineral dari dasar laut.
Reproduksi Aseksual
Beberapa jenis fitoplankton bereproduksi secara aseksual. Ini berarti tidak ada pembuahan antara jantan dan betina. Sebaliknya, organisme induk membuat salinan genetik sendiri yang kemudian menjadi keturunan. Biasanya, hal ini dilakukan dengan pembelahan sel sederhana atau dengan spora yang tumbuh di dalam fitoplankton induk. Spora yang dilepaskan ke dalam air dan kemudian tumbuh menjadi fitoplankton sepenuhnya dikembangkan.
Reproduksi Seksual
Meskipun bukan yang biasa seperti reproduksi aseksual, ada jenis fitoplankton yang bereproduksi secara seksual. Gamet (jantan atau betina sel-sel reproduksi seksual) yang dilepaskan ke dalam air oleh sel dewasa. Gamet jantan melebur dengan gamet betina, kemudian menggabungkan untuk menciptakan sel yang lengkap yang sepenuhnya matang dan dapat segera mulai fotosintesis.
Kematian
Banyak fitoplankton dimakan oleh kehidupan laut yang lebih besar, tapi jutaan fitoplankton juga mati secara alami. Kehidupan fitoplankton umumnya hanya beberapa hari. Jika suhu menjadi terlalu hangat atau dingin, atau jika fitoplankton memasuki hamparan air di mana tidak ada cukup gizi untuk mempertahankan hidup, mereka akan mati. Ketika fitoplankton mati, mereka tenggelam ke dasar laut.

Phaeophyta (algae coklat)
Ganggang coklat adalah salah satu ganggang yang tersusun atas zat warna atau pigmentasinya. Phaeophyta (ganggang coklat) ini berwarna coklat karena mengandung pigmen xantofis. Bentuk tubuhnya seperti tumbuhan tinggi. Ganggang coklat ini mempunyai talus (tidak ada bagian akar, batang dan daun), terbesar diantara semua ganggang ukuran tulusnya mulai dari mikroskopik sampai makroskopik. Ganggang ini juga mempunyai jaringan transportasi air dan makanan yang anolog dengan transportasi pada tumbuhan darat, kebanyakan bersifat autotrof.
Tubuhnya selalu berupa talus yang multiseluler yang berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai semak/pohon yang dapat mencapai beberapa puluh meter, terutama jenis-jenis yang hidup didaerah beriklim dingin. Sel vegetatif mengandung kloroplas berbentuk bulat panjang, seperti pita, mengandung klofil serta xantofil.
Set vegetatif mengandung khloroplast berbentuk bulat, bulat panjang, seperti pita; mengandung khlorofil a dan khlorofil c serta beberapa santofil misalnya fukosantin. Cadangan makanan berupa laminarin dan manitol. Dinding sel mengandung selulose dan asam alginat.
Sel-sel ganggang hijau mempunyai khloroplas yang berwarna hijau, dan mengandung khlorofil a dan b serta karetinoid. Pada chloroplas terdapat perenoid. Hasil asimilasi berupa tepung dan lemak, terdiri dari sel-sel yang merupakan koloni berbentuk benang yang bercabang-cabang, hidupnya ada yang diair tawar, air laut dan juga pada tanah yang lembab atau yang basah
Setiap organisme tersusun dari salah satu diantara dua jenis sel yang secara struktural berbeda, sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteri dan arkhea; alga hijau biru yang memiliki sel prokariotik. Sedangkan protista, tumbuhan, jamur dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik
Habitat
Alga/ganggang coklat ini umumnya tinggal di laut yang agak dingin dan sedang, terdampar dipantai, melekat pada batu-batuan dengan alat pelekat (semacam akar). Bila di laut yang iklimnya sedang dan dingin, talusnya dapat mencapai ukuran besar dan sangat berbeda bentuknya. Ada yang hidup sebagai epifit pada talus lain. Tapi ada juga yang hidup sebagai endofit.
Pigmen
Pigmen yang terdapat pada ganggang coklat (Chrysophyta) adalah klorofil a, klorofil b, karoten dan xantofil. (Fukoxantin) yang terdiri dari violaxantin, flavoxantin, a dan neofukoxontin b, xantofil memberikan kesan warna coklat pada chrysophyta.





Berdasarkan tipe pergantian keturunan, phaeophyto di bagi dalam 3 golongan, yaitu:
a) Golongan Isogeneratae
Golongan isogeneratae yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran keturuan isomorf. Sporofit dan gametofit mempunyai bentuk dan ukuran yang sama secara morfologi tetapi sitologinya berbeda.
Contoh: Ectocarpus
b) Golongan Heterogenerate
Golongan heterogenerate yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran keturunan yang heteromorf. Sporofit dan gametofitnya berbeda secara morfologi maupun sitologinya.
Contoh: Laminaria
c) Golongan Cyelosporae
Golongan cyelosporae yaitu golongan tumbuhan yang tidak memiliki pergiliran keturunan.
Contoh: Fucus
Alga coklat (Phaeophyta) hanya mempunyai satu kelas saja yaitu klas phaeophyceae. Thallus dari jenis golongan phaeophyceae bersel banyak (multiseluler), umumnya mikroskopik dan mempunyai bentuk tertentu. Sel mengandung promakropora yang berwarna coklat kekuning-kuningan karena adanya kandungan fukoxontin yang melimpah. Cadangan makanan berupa laminarin yang beta glukan yang mengandung manitol. Dinding sel sebagian besar tersusun oleh tiga macam polimer yaitu selulosa asam alginat, fukan dan fuoidin.
Perkembangbiakan dilakukan secara aseksual dan seksual.
Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan oleh zoospora atau aplanospora yang tidak berdinding. Zoospora mempunyai dua, buah flagella yang tidak sama panjang, terletak dibagian lateral. Spora dibentuk dalam sporangium yang uniseluler, dinamanakan sporangia unilokuler. Atau spora yang dibentuk dalam sporangia yang multiseluler yang disebut sporangium prulilekuler.
Perkembanganbiakan seksual dilakukan secara isogamet, anisogamet.
Pembuahan pada alga coklat
Sebelum terjadi pembuahan, layak anthernazoid mengelilingi sel telur pada ganggang ini terbentuk 8 sel telur. Biasanya hanya satu antherozoid yang masuk ke sel telur. Dalam waktu satu jam kedua intinya melebur dan terjadinya inti diploid. Zigot segera membentuk dinding yang berlendir dan dapat melekat pada substrat. Zigt membentuk tonjolan yang akan seperti cahaya. Suhu pH dan adanya zat pengatur di dalam sel telur merupaan faktor perangsang bagi terjadinya polaritas. Karena adanya cadangan makanan yang cukup di dalam sel telur. Maka mula-mula pertumbuhan embrionya cepat, tetapi kemudian pertumbuhan menjadi lambat karena tergantung dari fotosintesis. Tubuh yang terbentuk bersifat diploid dan pembelahan reduksi terjadi pada waktu gametogenesis. Jadi daur hidupnya bersifat diplontik.
Dalam daur hidupnya semua phacophyceae keculai bangsa fucales menunjukkan adanya pergantian keturunan antara gametofit dan sporofit, yang masing-masing hidup sebagai individu yang bebas pergantian keturunan tersebut bersifat isomorfik atau heteromorfik. Sebagian besar dari phaeophyceae pertumbuhannya bersifat trikhothallik. Pertumbuhan trikhothallik adalah cara pertumbuhan yang dilakukan oleh sel-sel yang letaknya di bagian basal dari filamea yang terdapat pada ujung thallas. Sel-sel tersebut aktif membelah.
Sebagian besar phaeophyceae hidup di laut dan banyak ditemukan di daerah yang beriklim dingin. Sebagian besar hidup melekat pada substrat karang dan lainnya dan beberapa diantaranya hidup sebagai epifit.
Ordo Ectocarpales
Ectocarpales mempunyai pergantian keturunan yang isomorf yaitu tumbuhan sporofit sama dengan tumbuhan gametofit, talusnya berbentuk cabang-cabang bebas atau saling berhubungan satu sama lainnya. Hingga membentuk jaringan pseudoparenkimatik. Alat perkembangbiakan letaknya bebas satu sama lain. Sporofit menghasilkan zoospora dan spora netral. Sedang gametofit menghasilkan gamet.
Suku Ectocarpaceae
Marga Ectocarpus
Thallus dari ganggang ini merupakan filamen yang uniseriate, bercabang banyak. Sel berinti tunggal dan plastida yang membentuk pita atau piring. Perkembangbiakan dilakukan oleh zooid yang berflagella 2 buah dan di bentuk di dalam alat reproduksi yang unilokuler atau plusilokuler. Alat reproduksinya biasanya terdapat pada ujung-ujung cabang lateral.
Gametofit bersifat homothallik atau heterothallik. Gambet dibentuk dalam gametangium yang plulilokuler yang perkembangannya identik dengan perkembangan sporangium yang prusilokuler. Sel-sel yang terbentuk mengalami metamorfose menjadi gamet yang berflagella 2 buah. Tipe persatuan gamet adalah isogamik atau anisogamik.
Bangsa Dietyotales
Sebagian besar dari bangsa ini terdapat di lautan daerah tropic. Pada ganggang ini spora tidak mempunyai bulu cambuk. Sporangium beruang satu dan mengeluarkan 4 tetraspora. Pembiakan seksual dengan oogami. Anteredium yang berkotak-kotak dan oogonium tidak pada tumbuhan yang berlainan dan tersusun secara berkelompok. Tiap oogonium merupakan satu sel telur. Gamet jantan mempunyai satu bulu cambuk yang terdapat pada sisinya. Sporofit dan gametofit bergiliran dengan beraturan dan keduanya mempunyai talus berbentuk pita yang bercabang-cabang menggarpu. Misal Dictyota dichotoma yang terbesar di lautan Eropa. Skema pergiliran keturunan Dictyota dichotoma:



Marga Dictyota
Thallus tegak dan berbentuk pita yang bercabang-cabang, melekat pada suatu substrat dengan perantaraan alat pelekat yang berbentuk seperti cakram. Thallus terdiri dari 3 lapis. Lapisan tengah tersusun dari sel-sel besar, terbentuk segi empat dan berdinding tebal tanpa khromatofora. Kedua berdinding tipis dan mengandung banyak kromotofora. Pada lapisan ini terdapat banyak rambut-rambut steril dan tidak berwarna serta dapat mengeluarkan lendir pada permukaannya.
Perkembangbiakan dilakukan secara aseksual, dan seksual. Perkembangbiakan aseksual dilakukan oleh aplanospora yaitu yang tidak bergerak. Dalam satu sporangium hanya dibentuk 4 aplanospora saja. Perkembangbiakan seksual dilakukan secara oogami. Gametofit bersifat heterothallik. Alat kelamin terdapat dalam suatu sorus. Terdapat di kedua permukaan talusnya.
Bangsa Cutleriales
Suku Cutleriaceae
Suku ini hanya mempunyai 2 marga saja, yaitu zanardinia dan cutleria, zanardinia mempunyai pergantian keturunan yang gametofit dan sporofitnya identik satu sama lain, sedang gametofit cutleria tidak identik dengan sporofitnya, hingga pergantian keturunan dari cutleria bersifat iso morfik. Tetapi kedua marga tersebut mempunyai kesamaan, yaitu pertumbuhan yang tirkhothallik, sporangia yang uniloker dan sel-sel kelamin dan betina ukurannya tidak sama.
Marga Cutleria
Cutleria mempunyai gamtofit yang berbentuk pita yang bercabang, menggarpu yang tidak begitu teratur atau berbentuk seperti kipas. Pertumbuhan terjadi pada tepi talus bagian atas yang mempunyai rambut yang uniseriate. Gametofit bersifat heterothallik. Gametofit jantan mengandung anteridia yang menghasilkan gamet jantan berbentuk buah pir, berflagellata 2 buah di bagian leteral. Gametofit betina mengandung gametangia betina yang mengeluarkan gamet betina yang bentuknya mirip dengan yang jantan. Tetapi ukurannya lebih besar dan gerakannya lebih lambat.
Bangsa Laminariales
Jenis-jenis yang termasuk dalam bangsa ini mempunyai sporofit yang dapat dibagi menjadi alat pelekat, tangkai dan helaian atau lembaran. Pertumbuhan terjadi pada bagian yang meristematik yang letaknya interkalar dan biasanya terletak diantara tangkai dan lembaran. Sporofit mempunyai sporangia yang unilokuter dan terkumpul dalam suatu sorus pada permukaan lembaran. Gametofit dari laminariales berupa filamen yang mikroskopik. Perkembangbiakan seksual bersifat oogamik.



Bangsa ini mempunyai 30 marga dengan kurang lebih 100 jenis yang kesemuanya merupakan penghuni lautan beriklim dingin. Dari marga ke marga gametrofitnya dapat dikatakan identik satu sama lain, tetapi sporofitnya mempunyai bentuk yang beranekaragam. Contoh:
Macrocystis pyrifera, hidup di daerah kutub selatan. Talusnya dapat mencapai panjang 60 m dengan berat sampai 100 kg. alat pelekatnya seakan-akan mempunyai kuku untuk berpegangan erat-erat. Sumbu talus bebas, mempunyai cabang-cabang talus berbentuk lembaran yang bergantungan, kadang-kadang sampai 3 m panjangnya hingga dengan itu talus dapat terapung pada permukaan laut.
Lessonia,sp mempunyai talus yang bentuknya seperti pohon palma.
Laminaria cloustoni, banyak terdapat di laut utara, panjangnya sampai 5 m. pangkal talus setebal lengan dan umurnya tahunan, bagian atas menyerupai daun atau mempunyai lembaran-lembaran menjari yang setiap tahun diperbaharui. Menjelang berakhirnya musim dingin terjadi pertumbuhan di bagian tengah dari pangkal lembaran-lembaran tadi dan terbentuklah lembaran-lembaran baru.
Warga Laminaria
Alat pelekat sporofit umumnya berupa cabang-cabang yang dikhotom disebut haptera. Tangkai tidak bercabang silindris atau agak memipih, diujung tangkai ini terdapat helaian yang utuh atau terbagi kearah vertikal menjadi beberapa segmen. Tangkai terdiri dari medula dan korteks yang dikelilingi oleh selapis sel yang menyerupai sel epidermis. Sporofit mempunyai sporongia yang unilokuler dan terdapat pada perunukan helaian. Sporangia berbentuk ganda.
Pada laminaria saccharina, penentuan jenis kelamin gametofit terjadi pada saat pembelahan reduksi, setengah dari zoospora akan tumbuh menjadi gametofit betina sedang lainnya akan membentuk gametofit jantan. Gametongia akan dibentuk setelah gametofit mencapai 2-3 sel. Terjadi pembuahan tergantung langsung pada suhu.
Bangsa Fucales
Ganggang ini merupakan penyusun utama vegetasi lautan di daerah dingin. Pembiakan generatif dengan oogami, pembiakan vegetatif tidak ada.Thallus dari ganggang ini bersifat diploid, pembelahan reduksi (meiosis) terjadi pada saat gametogenesis alat kelamin terdapat di dalam konseptakel. Dalam daur hidupnya, ganggang ini tidak menunjukkan adanya pergiliran keturunan.
Suku Fucaceae
Ganggang ini banyak ditemukan hidup di air laut maupun air tawar. Focus yang sudah berumur beberapa tahun mempunyai talus berbentuk pita yang di tengah-tengahnya diperkuat oleh rusuk tengah. Bentuknya kaku dank eras seperti kulit.




Marga Fucus
Fucus hidup di daerah beriklim dingin di belahan bumi utara. Fucus berwarna coklat tua. Berbentuk pita yang bercabangdi khotom dengan suatu rusuk tengah, melekat pada karang dengan suatu alat pelekat. Beberapa jenis dari fucus ini mempunyai gelembung udara di dalam tubuhnya untuk menyimpan udara hingga membantu keterapungannya letak dari gelembung udara biasanya berpasangan kanan dan kiri. Ujung cabang-cabang menggelembung dan mengandungkoseptakel, tempat konseptakel berkumpul tersebut dinamakan reseptakel, secara anatomi, talus tersusun atas meristaderm, korteks dan medula. Di dalamnya terdapat oogonium, anteredium, dan benang-benang mandul (parafisis). Anteredium berupa sel-sel berbentuk jorong, duduk rapat satu sama lain pada benang-benang pendek yang bercabang-cabang. Tiap anteredium menghasilkan 64 spermatozoid. Suatu spermatozoid terutama terdiri dari bahan inti, suatu bintik mata dan 2 bulu cambuk pada sisinya. Bulu cambuk yang pendek menghadap ke muka dan mempunyai rambut-rambut mengkilat. Oogonium berupa suatu badan yang duduk diatas tangkai, terdiri dari 1 sel saja dan mengandung 8 sel telur. Zigot lalu membentuk dinding selulose dan pectin, melekat pada suatu substrat dan tumbuh menjadi individu yang diploid.
Familia Sargassaceae
Sargassum terdapat di laut daerah tropik atau subtropik di belahan bumi bagian selatan. Akan tetapi fragmen yang terputus terbawa arus melintas laut atlantik ke daerah yang beriklim dingin di benua Eropa. Jenis-jenis yang banyak sekali tumbuh di sepanjang pantai Australia, India, Srilangka, Jepang, China dan Indonesia. Di Jepang Sargassum enerya banyak dijadikan hiasan dan bahan makanan.
Talus dari sargassum mempunyai morfologi yang kompleks, sepintas lalu memberi kesan seakan-akan tubuhnya mempunyai akar, batang, dan daun pada bagian tangkainya terdapat banyak cabang-cabang lateral yang menyerupai daun sering disebut filoid. Di dekat filoid ini terdapat gelembung udara dan juga reseptakel yang mengandung konseptakel. Daur hidup bersifat diplontik.
Susunan sel
Pada phaeophyta umumnya dapat ditemukan adanya dinding sel yang tersusun dari tiga macam polimer yaitu selulosa, asam alginat, fukan dan fukoidin. Algin dari fukoidin lebih kompleks dari selulose dan fukoidin lebih kompleks dari selulose dan gabungan dan keduanya membentuk fukokoloid. Dinding selnya juga tersusun atas lapisan luar dan lapisan dalam, lapisan luar yaitu selulosa dan lapisan dalam yaitu gumi. Tapi kadang-kadang dinding selnya juga mengalami pengapuran. Inti selnya berinti tunggal yang mana pana pada pangkal berinti banyak.
Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan berkembang bebas, layaknya sel hewan. Namun demikian, hal ini berakibat positif karena dinding-dinding sel dapat memberikan dukungan, perlindungan dan penyaring (filter) bagi struktur dan fungsi sel sendiri. Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel.Dinding sel terbuat dari berbagai macam komponen, tergantung golongan organisme. Pada tumbuhan, dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh polimer karbohidrat (pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun penting). Pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein) menyusun dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu, dinding sel alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula).
Cadangan Makanan
Cadangan makanan pada Phaeophyta berupa laminarin, yaitu sejenis karbohidrat yang menyerupai dekstrin yang lebih dekat dengan selulose dari pada zat tepung.selain laminarin juga ditemukan manitol minyak dan zat-zat lainnya.
Alat Gerak
Alat gerak pada Phacophyta benepa jlagel yang terletak pada sel-sel perkembangbiakan dan letaknya lateral. Berjumlah dua yang heterokon dan terdapat di bagian samping badannya yang berbentuk pir atau sekoci. Pada waktu bergerak ada yang panjang mempunyai rambut-rambut mengkilat menghadap kemuka dan yang pendek menghadap ke belakang. Dekat dengan keluarga flogel terhadap bintik mata yang berwarna kemerah-merahan.
Perkembangbiakan
Perkembangbiakan pada Phaeophyta dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
Perkembangbiakan secara vegetatif dengan fragmentasi
Perkembangbiakan secara sporik dengan membentuk spora
Dilihat dari sporangiumnya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
Pembentukan Unilokuler, dimiliki oleh anggota Phaeophyta yang uniseluler
Terjadi dari sel terminal dengan cabang pendek yang membesar. Sporangia muda berbentuk bulat panjang atau bulat telur. Ukurannya lebih kecil dari sel semula. Inti tunggal mengalami pembelahan meioses kemudian diikuti pembelahan mitosis sehingga dihasilkan 32-64 inti. Selanjutnya terjadilah celah-celah yang membagi proteplas yang berinti satu. Masing-masing protoplas mengalami metamorfose membentuk zoospora perflagel dua yang terletak di bagian lateral dengan panjang flagel yang tidak sama. Flagel yang pendek diarahkan ke belakang, flagel yang panjang diarahkan kedepan.
Pembentukan plurilokuler dimiliki oleh anggota phaeophyta yang multiseluler
Berasal dari sel terminal yang pendek. Ukurannya relatif besar dan terjadi pembelahan tranversal secara berulang-ulang yang akhirnya dihasilkan 6-12 sel.pembelahan vertikal dimulai dari deretan sel bagian tengah dan kemudian terbentuklah kubus yang letaknya teratur sebanyak 20-40 deretan. Protoplas pada masing-masing sel mengalami sultamorfosa menjadi zoospora yang memiliki 2 stagel. Diikuti dengan talus yang bersifat diploid dan terbentuklah sporangia yang bersifat unilokuler dan atau plorilokuler.


Perkembangbiakan secara gametik, gametangium dimiliki oleh sporangium yang plurilokuler. Gamet akan membentuk zoogamet dengan cara:
Isogami yaitu gamet yang bentuk dan ukurannya sama (belum dapat dibedakan mana jantan dan mana betina). Contoh: ulva
Anisogami: gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama (gamet betina memiliki ukuran besar dan gamet jantan memiliki ukuran kecil). Contoh: codium
Oogami: jenis anisogami dengan gamet jantan yang aktif. Contoh: volvox
Contoh-Contoh Phaephyta
Sargassum binderi (Sonder)
Nama latin : Sargassum binderi
Spesifikasi : Batang gepeng (1,5 mm), halus licin, tinggi mencapai sekitar 60 cm, percabangan “alternate” teratur, oppsite (kiri-kana). Cabang utama yang pendek (1-2 cm) diatas holdfast. Daun lonjong, pinggir bergerigi, panjang 5 cm, lebar 1 cm ujung runcing.
Sebaran : Tubuh pada substrat batu umumnya di daerah rataan terumbu dekat bagian ujung luar yang terkena gerakan air relatif lebih kuat dan konstan.
Potensi : Belum banyak dimanfaatkan, kandungan kimia sama dengan jenis sargassum lainnya.
Sargassum Polycystum
Nama latin : Sargassum Polycystum C.A Argadh
Spesifikasi : Ciri-ciri umum. Thallia silidris berduri-duri kecil merapat hodfast membentuk cakram kecil dengan diatasnya secara karaktersitik terdapat perakaran/stolon yang rimbun berekspansi ke segala arah. Batang pendek dengan percabangan utama tumbuh rimbun.
Sebaran : Algae yang kosmopolitan di daerah tropis hingga subtropis. Bukan merupakan algae endemic perairan Indonesia tetapi banyak ditemukan di perairan nusantara terutama di Kalimatan.
Potensi : Bisa dimanfaatkan sebagai bahan esktraksi alginat. Manfaat lainnya belum diketahui. Tidak dibudidayakan.
Turbin Conoides (J. Agardh)
Nama Latin : Turbinaria Conoides (J. Argadh) Kuetzing
Nama Daerah : Rumput Coklat Corong
Spesifikasi : Batang silindris, tegak, kasar, terdapat bekas-bekas percabangan, Holdfast berupa cakram kecil dengan terdapat perakaran yang berkspansi radial. Percabangan berputar sekeliling batang utama. Daun merupakan kesatuan yang terdiri dari tangkai dan lembaran.
Sebaran : Umumnya terdapat di daerah rataan terumbu, menempel pada batu. Tersebar luas di perairan Indonesia.
Potensi : Algae ini mengandung alginat dan iodin. Potensi eksport ke Jepang.
Peranan Ganggang Coklat (Phaeophyta)
Adapun peranan ganggang coklat dalam kehidupan yaitu:
Ganggang coklat dapat dimanfaatkan dalam industri makanan
Phaeophyta sebagai sumber alginat banyak dimanfaatkan dalam dunia industri tekstil untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas bahan industri, kalsium alginat digunakan dalam pembuatan obat-obatan senyawa alginat juga banyak digunakan dalam produk susu dan makanan yang dibekukan untuk mencegah pembentukan kristal es. Dalam industri farmasi, alginat digunakan sebagai bahan pembuat bahan biomaterial untuk teknik pengobatan.
Dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung bahan-bahan mineral seprti potasium dan hormon seperti auxin dan sylokinin yang dapat meningkatkan daya tumbuh tanaman untuk tumbuh, berbunga dan berbuah.
Macrocytis Pyrifers menghasilkan iodine (unsur yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit gondok).
Laminaria, Fucus, Ascophylum dapat menghasilkan asam alginat. Alginat biasanya digunakan sebagai pengental pada produk makanan (sirup, salad, keju, eskrim) serta pengentalan dalam industri (lem, tekstil, kertas, tablet antibiotik, pasta gigi) dan pengentalan produk kecantikan (lotion, krim wajah).
Macrocytis juga dibuat sebagai makanan suplemen untuk hewan ternak karena kaya komponen Na, P, N, Ca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar